Syarat Hewan Kurban yang Penting Diperhatikan Sebelum Berkurban - Informasi & Review

Hot

Post Top Ad

Your Ad Spot

Sabtu, 19 Agustus 2017

Syarat Hewan Kurban yang Penting Diperhatikan Sebelum Berkurban

Hewan ternak banyak dicari saat akan menjelang hari raya umat Islam yaitu Idul Adha. Hewan ini sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya. Penyembelihan hewan kurban adalah cara untuk mendekatkan diri pada Nya dimana penyembelihan ini merupakan wujud rasa syukur atas nikmat dalam hidup pekurban.



Hewan untuk kurban diakui memang setiap tahunnya mengalami kenaikan harga. Namun, tidak mengurangi jumlah pekurban di setiap tahunnya, karena hukum berkurban adalah sangat dianjurkan bagi mereka yang memiliki kemampuan atau telah diberi kemudahan. Setiap umat Islam pasti ingin berkurban di setiap tahunnya tetapi tetap disesuaikan dengan kemampuannya. Dalam memilih hewan untuk keperluan kurban juga harus disesuaikan dengan Syariat Islam agar ibadah berkurban dapat menjadi sempurna dan sah.

Adapun syarat-syarat hewan untuk kurban sesuai syariat Islam yang perlu diperhatikan, antara lain yaitu :

1. Hewan kurban yang dianjurkan adalah hewan hasil ternak seperti unta, sapi, domba, kambing. Tidak diperbolehkan berkurban ayam, meskipun itu adalah hasil ternak tetapi tidak dianjurkan dalam Syariat Islam.

2. Usia dari hewan yang akan dijadikan kurban yaitu berusia setengah tahun dan berusia satu tahun. Hewan tersebut harus sudah dewasa, yang disebut dengan musinnah. Musinnah artinya hewan ternak yang sudah dewasa dilihat dari giginya (sinnun). Hewan yang sudah dewasa berarti hewan tersebut sudah ganti gigi. Unta yang bisa dijadikan kurban adalah yang sudah berusia 5 tahun, sapi berusia 2 tahun, kambing berusia 1 tahun, dan domba berusia 6 bulan.

3. Hewan untuk kurban merupakan hewan milik sendiri bukan milik orang lain. Jika hewan tersebut didapat dari milik orang lain maka harus mendapatkan izin kepemilikannya dari orang tersebut. Hewan diperoleh dengan cara halal bukan hasil rampok atau pun hasil mencuri.

4. Hewan untuk berkurban tidak boleh cacat sama sekali apalagi memiliki penyakit. Hewan kurban harus sehat secara fisik. Cacat yang dimaksudkan adalah cacat seperti buta, pincang, terlalu kurus, dan lainnya yang masih bisa terlihat.

5. Waktu penyembelihan hewan ini harus disesuaikan dengan anjuran yang telah ditetapkan. Waktu yang paling utama untuk menyembelih hewan ini adalah pada hari Nahr yaitu saat hari raya Idul Adha pada tanggal 10 Dzulhijah. Pelaksanaannya adalah setelah shalat Idul Adha. Menurut pendapat Jumhur Ulama waktu penyembelihan hewan untuk kurban ini dilakukan dalam jangka 3 hari yaitu satu hari Nahr dan dua hari Tasyrik sampai tenggelamnya matahari. Penyembelihan hewan untuk kurban harus dilakukan sesuai ketentuan, tidak boleh dilakukan sebelum atau sesudah waktu tersebut. Jika tetap dilakukan maka ibadah kurban menjadi tidak sah.

Itulah beberapa syarat hewan kurban yang harus diperhatikan agar ibadah kurban menjadi sah dan tetap mendapatkan pahala. Berkurban juga bisa mendatangkan manfaat bagi pekurban dan penerima kurban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Your Ad Spot